Reader Comments

Kapan Masa Subur Pria Berlangsung?

by Kang Semenax (2019-05-15)


Berbeda dengan masa subur wanita, masa subur pria dapat diukur melalui kuantitas dan kualitas sperma, serta beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi kesuburan. Apa saja? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Di kalangan awam, kebanyakan orang hanya menganggap masalah kesuburan adalah urusan perempuan. Padahal, pria juga memiliki masa-masa subur yang akan menentukan sukses atau tidaknya proses kehamilan. Hanya saja, masa subur pria berbeda dengan masa subur wanita yang sudah lebih umum dikenal.

Hanya saja, masa subur pria berbeda dengan masa subur wanita yang sudah lebih umum dikenal. Pada pria, selama masih menghasilkan sperma dengan kualitas baik dan dalam jumlah yang cukup, maka hal itu bisa dianggap masih dalam masa subur.

Jadi, Kapan Masa Subur Pria?

Pada pria, selama masih menghasilkan sperma dengan kualitas baik dan dalam jumlah yang cukup, serta dapat membuahi sel telur dengan cara alami, maka hal itu bisa dianggap masih dalam masa subur. Akan tetapi, bagaimana sesungguhnya kualitas sperma pria yang subur?

Masa subur pria memang dapat diukur melalui spermanya. Berikut ini adalah beberapa indikasi yang bisa menentukan seberapa subur seorang pria.

Kuantitas sperma
Jumlah sperma dalam sekali ejakulasi sangat berpengaruh kepada kemungkinan keberhasilan membuahi sel telur pasangannya. Idealnya, sekali ejakulasi, seorang pria dapat mengeluarkan hingga 15 juta sel sperma per mililiter. Jika lebih sedikit dari jumlah tersebut, maka kemungkinan bisa terjadi pembuahan sel telur juga akan menurun.

baca juga artikel bermanfaat lainnya tentang bagaimana cara menambah kuantitas sperma.

Pergerakan sperma
Pergerakan sperma atau motilitas yang baik harus memiliki gerakan yang gesit untuk mencapai dan membuahi sel telur. Sebelum membuahi sel telur, sperma harus tetap hidup saat berenang menyeberangi leher rahim, rahim, dan saluran tuba. Agar kemungkinan pembuahan bisa terjadi, setidaknya 40 persen sperma harus memiliki kemampuan bergerak yang baik.

Struktur sperma
Normalnya, bentuk sperma terdiri atas kepala yang berbentuk oval dan berekor panjang. Bentuk tersebut mendukung pergerakan sperma menuju sel telur. Pria yang subur memiliki lebih dari 50 persen sperma berbentuk normal. Struktur sperma yang baik akan membantu meningkatkan peluang untuk terjadinya pembuahan, alias kehamilan.

Hormon
Kesuburan pria erat hubungannya dengan hormon testosteron. Rendahnya hormon seks utama pada pria ini dapat menjadi salah satu penyebab masalah kesuburan pada pria.